Kamis, 23 Oktober 2014

kamu yang gak peka atau aku yang terlalu berharap banyak

Rasanya waktu begitu cepat, aku dan kamu dipertemukan tuhan secara tiba-tiba, Saat awal melihatmu aku merasakan perasaan yang aneh yang aku anggap hanya perasaan yang lucu saat itu. Pertemuan kita berawal dari saat aku ingin mendaftar disalah satu perguruan tinggi swasta dikota tempat ku tinggal disana ternyata kau juga kuliah, Tak ada percakapaan yang begitu special pada saat itu, namun rasanya semua terjadi sangat ajaib. Entahlah perasaan apa yang aku rasakan saat itu terkesan tak wajar dan tak masuk akal namun semua itu real terjadi dan sangat nyata bukan mimpi disiang bolong,

Entah bagaimana awal mulanya kita menjadi dekat. Namun ada yang aneh saat itu aku menjadi gelisah pikiranku seakan-akan terfokus dengan satu nama sebut saja dia dumang. ah entah keberanian apa hari ini aku berani menyebutkan namanya dipostingan ini haha semua terasa lucu aku merasa seperti anak SMP jatuh hati pada sosok laki-laki seperti dia. Dia seakan-akan mengendalikan otakku sekarang bukan hanya kuliah yang menjadi alasanku datang kekampus melainkan untuk menatap wajahnya dari kejauhan. Salahkah jika dia aku nomor satukan saat ini ?

Kamu terlihat tak memahami perasaanku, tak peduli akan perhatianku, tatapanmu tak sedalam tatapanku. adakah yang salah antara kamu dan aku ? apakan perasaan mu tak sama dengan perasaanku ?
hmm, aku memang bukan siapa-siapa dihatimu, namun aku ingin bertanya dimana kau letakkan hatiku yang aku berikan padamu ? Tapi rasanya kau tak akan mungkin menjawab pertanyaanku ini.aku mengagumimu yang belum tentu paham rasa kagumku.

Mungkin ini salahku, berharap semua sesuai dengan inginku. Yang perasaanku tumbuh dengan cepatnya melebihi batas kewajaran, dan berambisi menjadikanmu lebih dari sekedar teman. Namun semua jauh dari harapku akulah yang bodoh disini !

Dari seseorang yang sulit mengungkapkan rasa

Selasa, 21 Oktober 2014

"TUHAN AKU TAK MINTA BANYAK" 


      Tuhan, selamat pagi, selamat siang, selamat sore atau selamat malam. Aku tak tahu disurga musim apa sekarang ? musim hujan atau kemarau ? musim semi atau musim salju ?
pasti sangat indah semua musim disurga ya ? apalagi bila disana musim salju, aku belum pernah merasakan dinginnya musim yang super dinginnya itu. Mungkin kelak saat semua cita-citaku tercapai aku sudah dapat mengumpulkan limpahan pundi-pundi dari hasil kerja kerasku sendiri aku pasti akan mengunjungi kota yang ada saljunya itu :D
Kali ini aku ingin berbincang denganmu tuhan, aku tahu kamu tak akan pernah sibuk dalam segala hal apapun karna hanya kau yang mampu mendengarkan curahan hati dari seorang gadis yang berusia 18 tahun seperti aku yang isinya tentu sama saja dengan para gadis-gadis diluar sana. Namun kali ini curahan hatiku berbeda dengan gadis yang lain bukan masalah cinta.
      Kali ini aku ingin berbincang denganmu tentang seseorang yang selalu ku sebut dalam frasa kata saat aku sedang bercakap sangat lama denganmu, aku tak perlu curiga padaMu soal kau mendengarkan doaku atau tidak. Karena aku yakin pelukanMu selalu terbuka untuk siapapun yang lelah pada dunia dan membuatnya menggigil. Aku mengerti tanganMu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang patah. Bagaikan hempasan bencana yang dahsyat pada tanggal 5 september 2014 Engkau ambil dia, dia yang selalu aku sebut dalam doaku dia yang selalu ada untuk menghapus air mataku dia yang menjadi sayap pelindung untukku.
Pada hari itu aku merasa engkau tak adil Tuhan ! rasanya kali itu hanya aku yang kau musuhi padahal selama ini aku selalu menjadi sahabatMu menggapmu sebagai teman curhat yang handal namun pada hari itu amarahku melonjak rasanya hidup ini tak adil dia yang aku anggap sayap pelindung rasanya sayap itu seketika patah . Namun kini aku sadar setiap pertemuan pasti akan merasakan yang namanya sakitnya perpisahan. Aku tahu perpisahan yang kau ciptakan adalah sesuatu yang terbaik, tapi bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan ? Tuhan aku tau dia orang yang baik dia tak banyak mengeluh dalam kondisi apapun.
Tuhan mungkin aku sok tahu atau mungkin perkiraanku tak meleset bahwasannya neraka itu sangatlah jahanam ! maka dari itu, aku tak ingin dia merasakan sakit karna neraka itu tuhan.
Luka ini belum juga kering , aku hanya ingin kebahagiaan terjamin olehMu, dengan atau tanpanya Tuhan. Tolong jangan tertawa saat Engkau mendengar unek-unek hatiku ini, jangan menganggap ini lebay. Aku tentu saja sedang menangis Tuhan biarpun tanpa aku jelaskan Engkau sudah tahu apa yang akan aku ucapkan. Dadaku masih sesak ketika ingat semua begitu cepat berlalu. Tuhan pada tanggal 26 september 2014 yang lalu dia genap berusia 20 tahun, angka gerbang kedewasaan itu namun Engkau tak ingin ia menikmati atau mungkin merasakan rumitnya melewati gerbang kedewasaan itu. Masih ingat jelas dimemori otakku saat dia masih begitu melontarkan candaan yang sangat kinyol senyuman yang tulus dan mulutnya masih melontarkan nasihat-nasihat untuk adiknya untuk menjadi wanita selayak-layaknya menjadi seorang wanita. Bahkan masih ingat jelas dimemori otakku saat dia memarahi ku dengan nada yang tinggi dan suara yang sangat keras karna hal spele namun hal itu tak dapat lagi aku dengar namun hanya dapat aku ingat sekarang.
Saat detik-detik terakhir mataku masih jelas menatap wajahnya yang aku tahu dia lelah menahan rasa sakit yang dia derita, namun dia tak pernah putus asa dia tak pernah mengeluh Tuhan engkau tahu itu kan ? sampai pada akhirnya Engkau mengutuskan malaikat-malaikanMu untuk mengambil dirinya untuk kembali pada sang penciptanya aku tahu dia milikMu seutuhnya, namum tumpahan air mata itu tak bisa aku hindari karena pada kenyataannya dia adalah kakak yang sangat handal kakak yang dpat melindungi adiknya dalam kondisi apapun tuhan.
       Tuhan sampaikan rindu ini padanya padanya orang yang engkau ciptakan didunia ini lalu Engkau ambil kembali karna ia adalah seutuh-utuhnya milikMu. Tuhan sampaikan padanya kalau kami disini sangat merindukan canda tawa nya yang tak dapat kami saksikan lagi raut wajah yang amat lelah itu tapi ia masih dapat tersenyum dengan tulusnya. terimakasih Tuhan telah Engkau ciptakan ia yang satu aliran darah denganku dibumi ini meskipun hanya singkat, lalu kau ambil dirinya namun aku sangat bersyukur telah merasakan kasih sayang yang teramat tulus dari kakak yang luar biasa hebatnya untuk aku.
      Tuhan Engkau tahu apa yang aku inginkan setiap kali namanya selalu tak pernah absen dalam ucapanku, namanya yang selalu aku sebut dalam sujudku, Engkau juga tahu Tuhan banyak yang sayang dengannya inginku tak banyak pertemukan kami dengannya kelak ditaman surga yang teramat indah kumpulkanlah kami dengan orang-orang yang Engkau Ridhoi yaAllah.
"SELAMAT JALAN KAKAK KU DELLY WE LOVE YOU". .