Selasa, 21 Oktober 2014

"TUHAN AKU TAK MINTA BANYAK" 


      Tuhan, selamat pagi, selamat siang, selamat sore atau selamat malam. Aku tak tahu disurga musim apa sekarang ? musim hujan atau kemarau ? musim semi atau musim salju ?
pasti sangat indah semua musim disurga ya ? apalagi bila disana musim salju, aku belum pernah merasakan dinginnya musim yang super dinginnya itu. Mungkin kelak saat semua cita-citaku tercapai aku sudah dapat mengumpulkan limpahan pundi-pundi dari hasil kerja kerasku sendiri aku pasti akan mengunjungi kota yang ada saljunya itu :D
Kali ini aku ingin berbincang denganmu tuhan, aku tahu kamu tak akan pernah sibuk dalam segala hal apapun karna hanya kau yang mampu mendengarkan curahan hati dari seorang gadis yang berusia 18 tahun seperti aku yang isinya tentu sama saja dengan para gadis-gadis diluar sana. Namun kali ini curahan hatiku berbeda dengan gadis yang lain bukan masalah cinta.
      Kali ini aku ingin berbincang denganmu tentang seseorang yang selalu ku sebut dalam frasa kata saat aku sedang bercakap sangat lama denganmu, aku tak perlu curiga padaMu soal kau mendengarkan doaku atau tidak. Karena aku yakin pelukanMu selalu terbuka untuk siapapun yang lelah pada dunia dan membuatnya menggigil. Aku mengerti tanganMu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang patah. Bagaikan hempasan bencana yang dahsyat pada tanggal 5 september 2014 Engkau ambil dia, dia yang selalu aku sebut dalam doaku dia yang selalu ada untuk menghapus air mataku dia yang menjadi sayap pelindung untukku.
Pada hari itu aku merasa engkau tak adil Tuhan ! rasanya kali itu hanya aku yang kau musuhi padahal selama ini aku selalu menjadi sahabatMu menggapmu sebagai teman curhat yang handal namun pada hari itu amarahku melonjak rasanya hidup ini tak adil dia yang aku anggap sayap pelindung rasanya sayap itu seketika patah . Namun kini aku sadar setiap pertemuan pasti akan merasakan yang namanya sakitnya perpisahan. Aku tahu perpisahan yang kau ciptakan adalah sesuatu yang terbaik, tapi bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan ? Tuhan aku tau dia orang yang baik dia tak banyak mengeluh dalam kondisi apapun.
Tuhan mungkin aku sok tahu atau mungkin perkiraanku tak meleset bahwasannya neraka itu sangatlah jahanam ! maka dari itu, aku tak ingin dia merasakan sakit karna neraka itu tuhan.
Luka ini belum juga kering , aku hanya ingin kebahagiaan terjamin olehMu, dengan atau tanpanya Tuhan. Tolong jangan tertawa saat Engkau mendengar unek-unek hatiku ini, jangan menganggap ini lebay. Aku tentu saja sedang menangis Tuhan biarpun tanpa aku jelaskan Engkau sudah tahu apa yang akan aku ucapkan. Dadaku masih sesak ketika ingat semua begitu cepat berlalu. Tuhan pada tanggal 26 september 2014 yang lalu dia genap berusia 20 tahun, angka gerbang kedewasaan itu namun Engkau tak ingin ia menikmati atau mungkin merasakan rumitnya melewati gerbang kedewasaan itu. Masih ingat jelas dimemori otakku saat dia masih begitu melontarkan candaan yang sangat kinyol senyuman yang tulus dan mulutnya masih melontarkan nasihat-nasihat untuk adiknya untuk menjadi wanita selayak-layaknya menjadi seorang wanita. Bahkan masih ingat jelas dimemori otakku saat dia memarahi ku dengan nada yang tinggi dan suara yang sangat keras karna hal spele namun hal itu tak dapat lagi aku dengar namun hanya dapat aku ingat sekarang.
Saat detik-detik terakhir mataku masih jelas menatap wajahnya yang aku tahu dia lelah menahan rasa sakit yang dia derita, namun dia tak pernah putus asa dia tak pernah mengeluh Tuhan engkau tahu itu kan ? sampai pada akhirnya Engkau mengutuskan malaikat-malaikanMu untuk mengambil dirinya untuk kembali pada sang penciptanya aku tahu dia milikMu seutuhnya, namum tumpahan air mata itu tak bisa aku hindari karena pada kenyataannya dia adalah kakak yang sangat handal kakak yang dpat melindungi adiknya dalam kondisi apapun tuhan.
       Tuhan sampaikan rindu ini padanya padanya orang yang engkau ciptakan didunia ini lalu Engkau ambil kembali karna ia adalah seutuh-utuhnya milikMu. Tuhan sampaikan padanya kalau kami disini sangat merindukan canda tawa nya yang tak dapat kami saksikan lagi raut wajah yang amat lelah itu tapi ia masih dapat tersenyum dengan tulusnya. terimakasih Tuhan telah Engkau ciptakan ia yang satu aliran darah denganku dibumi ini meskipun hanya singkat, lalu kau ambil dirinya namun aku sangat bersyukur telah merasakan kasih sayang yang teramat tulus dari kakak yang luar biasa hebatnya untuk aku.
      Tuhan Engkau tahu apa yang aku inginkan setiap kali namanya selalu tak pernah absen dalam ucapanku, namanya yang selalu aku sebut dalam sujudku, Engkau juga tahu Tuhan banyak yang sayang dengannya inginku tak banyak pertemukan kami dengannya kelak ditaman surga yang teramat indah kumpulkanlah kami dengan orang-orang yang Engkau Ridhoi yaAllah.
"SELAMAT JALAN KAKAK KU DELLY WE LOVE YOU". .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar