Kamis, 12 Februari 2015

Apakah Kamu Masih Seperti (Dulu)

 Aku menatap lelaki yang aku cintai itu dengan penuh tanya ? Entahlah siapa yang salah disini. Aku atau Dia ? Rasanya tak ada yang salah disini, dia lelaki yang sangat berbeda. Dari sekian perbedaan itu aku dapat luluh dengannya, diamnya dia, wanginya dia semua begitu melekat denganku. Namun rasanya sekarang aku sudah merasa berbeda hanya dengan 3hari semua begitu berubah 99,999%  kamu menjadi sosok yang tidak aku kenal namun aku tahu.

Aku layaknya berkaca saat melihatmu yang sekarang. Iya berkaca rasanya sekarang aku menghadapi diriku sendiri yang (dulu). Aku belum terbiasa dengan semua ini, belum terbiasa dengan sikap cuek kamu, belum terbiasa dengan kesibukan kamu, dan semua perubahan kamu yang sekarang. Aku kehilangan kamu yang dulu.

Rasanya baru kemarin aku mencicipi manisnya cinta, manisnya kasih sayang, manisnya perhatian hangat yang kamu berikan, namun sekarang rasanya semua berbalik. Aku yang dulu bersikap masa bodo dengan perasaan, aku yang dulu tak peduli akan hubungan, aku yang dulunya bersikap cuek bahkan terkesan tak peduli sekarang semua berbalik sama aku. Aku merasa semua ini pantas! Aku senang menulis tentangmu, matamu yang sipit, badanmu yang tinggi adalah potret yang tak mungkin bisa aku lupakan. Bukan aku sesalkan, namun rasanya kenapa semua terjadi seperti ini ?

Sayang, mungkin rasanya tak perlu aku mengucapkan semua apa yang ada didalam hati ini, aku mencintaimu dengan rasa, aku bisa mengucapkan kamu pria yang hebat. Perjuangan kamu yang meluluhkan hati aku yang layaknya batu. Kesabaran kamu yang ngadepin aku yang cuek :( semua nya moody'an aku yang ampun banget .

Ketika kita sedang sama-sama sibuk aku harap kamu ingat sama apa yang ada dihati kamu. Segalanya terlewati dengan cara yang berbeda ? Jika Tuhan inginkan sebuah penyatuan, aku harap aku disatukan dengan apa yang aku harapkan sekarang.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar